Adekdot ala Gus Dur_Bila Pastor Dikejar Macan

Gus Dur memang jagonya membuat anekdot atau pun humor. Konon, dalam suatu ceramah di depan umat katolik, Gus Dur menceritakan anekdot yg kurang lebih intinya seperti di bawah ini.

Suatu saat, karena kasihan melihat Pastornya yg seolah merasa jenuh karena setiap hari tinggal di biara, umanyat mengajak Sang Pastor piknik ke hutan. Mereka pun pergi ke hutan lebat secara rombongan.

Ketika tiba di tengah hutan lebat itu, tiba-tiba mereka bertemu harimau yg besar sekali. Rombongan piknik itu pun lari ketakutan karena harimau itu mengejar mereka. Sang Pastor pun berlari menyelamatkan diri, tetapi sayang sekali karena dia terpisah dari rombongan. Sialnya lagi, ternyata harimau itu mengejarnya. Maka dia pun terus berlari mencari tempat yg aman.

Lebih sial lagi, ketika Sang Pastor sudah kelelahan, dia mendapati jalan yg dilaluinya buntu dan berujung di tepian jurang. Karena tidak mungkin terjun ke jurang, maka Sang Pastor pun berhenti. Dalam kepasrahan Sang Pastor pun memejamkan mata dan berdoa memohon pada Tuhan agar harimau yg mengejarnya berhenti dan tidak mengejarnya lagi, serta tidak memakannya.

Ketika selesai berdoa, Sang Pastor pun membuka mata dan sangat takjub karena Si Harimau ternyata berhenti di depannya dan tidak melakukan apa-apa. Maka Sang Pastor pun berkata kepada harimau:

”Harimau, kenapa engkau diam saja dan tidak menerkamku?” tanya Sang Pastor.

”Aku diam karena sedang berdoa sebelum makan, layaknya Pastor juga berdoa sebelum makan!” jawab Si Harimau.

-o0o-

Sumber: anekdot / humor artikel di milis apikatolik@yahoogroups.com

Dasar Pikun dan Sok Jagoan

Lucu tapi nyata. Ini adalah kisah nyata tentang tetangga saya. Seorang kakek yg sudah tua tapi masih gagah dan sangat pikun.

Tetapi meskipun sudah sangat tua dan pikun, Si Kakek yg sudah menjadi buyut dan suka mandi di tempat pemandian umum ini tidak memiliki kecerdasan emosional.

Maka, yg terjadi adalah Lucu Tapi Nyata. He he...

Sepulang dari mandi di tempat pemandian umum di kampungnya, Kakek Tua -sebut saja Mbah Piku- bergegas pergi menuju rumah temannya yg tadi mandi bersamanya. Sesampai di rumah temannya itu, Mbah Piku tanpa ba-bi-bu langsung saja menghajar temannya yg sama-sama sudah tua juga. Maka terjadilah keributan di kampung itu. Beruntung tidak ada korban, mungkin karena tinju Mbah Piku sudah tidak terlalu super lagi. Setelah puas menghajar "lawannya" tanpa perlawanan, dengan dingin tanpa ba-bi-bu juga Mbah Piku langsung pulang.

Setiba di rumah, ternyata Sang Istri -sebut saja nenek Supe- sudah mendapat kabar tentang suaminya yg masih "Sok Jagoan" itu. Tak mau kalah dengan suaminya yg biasa mengenakan jam tangannya di tangan kiri itu, Nenek Piku pun segera "menyerbu" suaminya dengan kata-kata bernada tinggi:

"Mbah Buyut ini gimana, sih, sudah tua bangka begini juga masih suka kekerasan. Apa tidak malu dilihat tetangga dan buyut-buyut kita..!!!

"Lha, gimana... wong jam tanganku dia curi tadi sewaktu mandi di sungai." Sahut mBah Supe dingin sambil menunjukkan tangan kirinya yg tidak lagi berhiaskan jam tangan kesayangannya.

Mendengar jawaban itu Sang Istri pun nadanya tambah tinggi:

"Oalah, Yut, Yut... dasar buyut super pikun... lha, yg kamu pakai di tangan kanan kamu itu apa... apa itu bukan jam tangan, hei....!!!

Mbah Piku pun melihat tangan kanannya. Benar, di sana ada jam tangan yg "dicuri" teman-mandinya. Ternyata, karena sudah pikun dia salah memakai jam tangannya. Dia pakai di tangan kanan, bukan di tangan kiri seperti biasanya.

"Sana, minta maaf. Malu-maluin...!!" Sang Istri marah-marah.

Tapi dasar sudah pikun, dan juga pelupa, mBah Piku pun bilang:

"Koq disuruh minta maaf. Lha, memangnya saya ngapain... dan suruh minta maaf sama siapa..?!!"

Nah, saran saya, hati-hati kalau berteman atau bermain dengan orang pikun begini. Bisa-bisa kita kena tonjok tanpa alasan.

Lucu tapi nyata, kan...???!!! He he...

More funny stories?

Web Search